Modul 8 dari 10
Sesak membuat panik, dan panik membuat napas jadi cepat dan pendek. Napas cepat pada PPOK justru memperburuk, karena tidak memberi cukup waktu untuk mengembuskan udara sampai tuntas, sehingga udara yang tertinggal bertambah.
Karena itu cara bernapas bisa dilatih, dan latihannya benar-benar mengurangi sesak.
Hal penting
Pada PPOK, memperlambat embusan lebih menolong daripada mengejar tarikan napas.
Tarik napas lewat hidung selama dua hitungan. Kerucutkan bibir seperti akan bersiul atau meniup lilin dengan lembut. Embuskan perlahan lewat mulut selama kira-kira empat hitungan, jadi dua kali lebih lama dari tarikan napasnya. Jangan dipaksakan sampai lelah. Ulangi sampai napas terasa lebih teratur.
Bibir yang mengerucut menahan sedikit tekanan di dalam saluran napas, sehingga saluran yang tadinya menyempit lebih awal saat mengembuskan napas bisa tetap terbuka lebih lama. Udara yang tertinggal jadi lebih sedikit.
Hal penting
Pakai cara ini saat sesak, dan latih juga saat sedang tidak sesak supaya sudah terbiasa ketika diperlukan.
Bertumpu ke depan biasanya lebih meringankan daripada duduk tegak. Duduk dan letakkan siku di meja atau di atas lutut, punggung sedikit membungkuk ke depan, bahu dibiarkan turun.
Kalau sedang berjalan lalu sesak, berhenti dan bertumpu pada apa pun yang setinggi pinggang. Udara yang mengalir ke wajah, dari kipas atau jendela terbuka, juga mengurangi rasa sesak pada banyak orang.
Hal penting
Bahu yang naik dan tegang membuat napas lebih berat, jadi biarkan bahu turun.
Sesak sering muncul karena semua pekerjaan dikerjakan sekaligus, cepat, dan tanpa jeda. Beberapa hal yang mengubah banyak:
Hal penting
Menyelesaikan pekerjaan dengan jeda hasilnya lebih jauh daripada menyelesaikannya sekali jalan lalu terkapar.
Ini lingkaran yang sering tidak disadari. Sesak membuat orang mengurangi aktivitas. Otot yang jarang dipakai mengecil dan jadi lebih boros oksigen. Pekerjaan yang tadinya biasa lalu terasa berat, dan aktivitasnya dikurangi lagi.
Beberapa bulan kemudian jarak jalan yang bisa ditempuh jauh berkurang, padahal parunya sendiri belum tentu berubah sebanyak itu.
Hal penting
Sebagian sesak Anda datang dari otot yang kurang terlatih, dan bagian itu bisa diperbaiki.
Sesak ringan sampai sedang saat berlatih adalah hal yang wajar dan bukan tanda bahaya. Yang perlu dihentikan adalah sesak yang berat, nyeri dada, pusing berat, atau kepala terasa mau melayang.
Mulai dari yang ringan dan tambah perlahan. Misalnya jalan di sekitar rumah dengan waktu yang sedikit lebih lama setiap minggu, ditambah latihan bangkit dari kursi dan latihan lengan sederhana.
Kalau Anda punya penyakit jantung, atau pernah nyeri dada saat beraktivitas, bicarakan dulu bentuk latihannya dengan dokter Anda sebelum menambah takarannya.
Hal penting
Berlatih sampai agak sesak lalu pulih adalah bagian dari latihan, bukan tanda ada yang salah.
Rehabilitasi paru adalah program latihan terbimbing untuk orang dengan penyakit paru, biasanya beberapa kali seminggu selama beberapa minggu, digabung dengan edukasi dan latihan pernapasan.
Manfaatnya termasuk yang paling meyakinkan pada PPOK: kemampuan berjalan bertambah, sesak berkurang, dan kualitas hidup membaik, pada semua derajat penyakit. Program ini juga bermanfaat setelah kambuh, ketika tenaga sedang turun, dan kapan sebaiknya dimulai ditentukan dokter Anda.
Hal penting
Rehabilitasi paru bukan olahraga tambahan yang opsional, tapi bagian dari pengobatan PPOK yang paling terbukti.
Napas bibir mengerucut, posisi bertumpu, dan mengatur langkah meredakan sesak yang biasa Anda alami sehari-hari, dan sesak ringan saat berlatih. Cara-cara ini bukan pengganti pemeriksaan.
Kalau sesak Anda terasa lebih berat dari kondisi biasa, atau tidak membaik walau sudah memakai cara-cara ini, itu bukan tanda Anda kurang berlatih. Itu tanda Anda perlu diperiksa.
Modul 7 membantu membedakan kapan cukup dipantau di rumah, kapan perlu periksa hari ini, dan kapan harus segera ke IGD.
Hal penting
Latihan napas meredakan sesak, bukan mengganti keputusan untuk diperiksa.