Sahabat Napas Mengenal PPOK
← Mengenal PPOK

Modul 3 dari 10

Obat PPOK dan Cara Kerjanya

Dua pekerjaan yang berbeda

Obat PPOK mengerjakan dua hal yang perlu dibedakan. Yang pertama melegakan saluran napas supaya udara lebih mudah keluar masuk, dan itu yang membuat Anda kurang sesak dan bisa berjalan lebih jauh. Yang kedua menekan peradangan supaya lebih jarang kambuh sampai perlu obat tambahan atau perawatan.

Karena pekerjaannya berbeda, satu obat tidak otomatis menggantikan yang lain.

Hal penting

Mengurangi sesak dan mencegah kambuh adalah dua sasaran, bukan satu.

Obat pelega

Pelega bekerja dengan relaksasi otot yang melingkari saluran napas. Otot yang tadinya mengencang melemas, salurannya melebar, dan dalam beberapa menit napas terasa lebih lapang. Kerjanya cepat, dan habis kerjanya juga cepat.

Yang tidak dikerjakan pelega: menyentuh peradangan dan penebalan dinding saluran napas yang membuat penyakitnya jalan terus.

Pelega yang dipakai pada PPOK berupa salbutamol, dihirup lewat inhaler semprot (MDI). Tekniknya dibahas bersama alat semprot lain di Modul 4.

Hal penting

Pelega meredakan gejalanya, bukan mengubah penyakitnya.

Obat pengontrol kerja panjang

Pada PPOK, obat pengontrol harian biasanya berisi bronkodilator kerja panjang, sering dua macam sekaligus dalam satu alat. Keduanya sama-sama melebarkan saluran napas, tetapi lewat dua jalur yang berbeda, sehingga digabung hasilnya lebih baik daripada masing-masing sendirian. Kerjanya bukan mendadak, tapi bertahan sepanjang hari.

Ini yang sering membingungkan. Obat pengontrol tidak memberi rasa plong seperti pelega, jadi terasa seperti tidak bekerja. Yang dikerjakannya terlihat di hal lain: seberapa jauh Anda bisa berjalan sebelum berhenti, dan seberapa sering Anda perlu pelega.

Hal penting

Obat pengontrol dinilai dari hari-hari Anda, bukan dari rasa sesaat setelah menghirupnya.

Kortikosteroid inhalasi, dan kenapa tidak untuk semua orang

Sebagian pasien PPOK juga mendapat kortikosteroid inhalasi di dalam obat hirupnya. Obat ini menekan peradangan di saluran napas, dan pada orang yang tepat obat ini mengurangi frekuensi kambuh.

Pada asma hampir semua pasien memerlukannya. Pada PPOK tidak, karena manfaatnya bergantung pada jenis peradangan yang Anda punya, dan pada sebagian orang tambahan itu menaikkan risiko infeksi paru.

Jadi kalau obat hirup Anda dan obat hirup pasien PPOK lain tidak sama, itu bukan berarti salah satunya salah.

Hal penting

Obat hirup PPOK tidak seragam, dan perbedaan resep bukan tanda ada yang keliru.

Kenapa berkumur sesudah memakai obat ini penting, dibahas di Modul 4.

Kenapa obat diteruskan pada hari-hari yang enak

Peradangan dan penyempitan di saluran napas tidak ikut berhenti saat gejalanya berhenti. Berhenti memakai obat sendiri karena merasa sudah baik adalah salah satu alasan tersering orang kembali kambuh, dan kambuh punya harga yang jauh lebih besar daripada obat harian.

Hal penting

Hari tanpa sesak adalah hasil dari pengobatan, bukan tanda pengobatannya sudah tidak perlu.

Kalau obatnya terasa berat di biaya

Obat hirup PPOK harganya tidak ringan, dan berhenti diam-diam karena tidak sanggup membeli adalah hal yang sering terjadi dan hampir tidak pernah diceritakan.

Dokter Anda punya lebih dari satu pilihan obat, dan sebagian tersedia lewat jaminan kesehatan. Yang tidak bisa diatur adalah masalah yang tidak diketahui.

Hal penting

Kesulitan biaya adalah hal medis yang perlu dibicarakan, sama seperti gejala.

← Modul 2: Penyebab dan Paparan Modul 4: Teknik Inhaler →