Modul 1 dari 10
PPOK membuat saluran napas Anda menyempit dan tidak bisa lega kembali seperti semula. Dindingnya menebal dan meradang, dahaknya bertambah, dan kantung udara kecil di ujung saluran napas ikut rusak.
Yang paling terasa dari semua itu: udara jadi lebih sulit dikeluarkan daripada dimasukkan.
Hal penting
Pada PPOK yang menyempit bukan cuma salurannya, tapi juga jalan keluarnya udara.
Empat langkah ini yang menghubungkan apa yang Anda hirup dengan apa yang Anda rasakan. Yang perlu Anda ambil dari gambar ini cuma satu: gejalanya muncul di ujung rantai, jauh sesudah kerusakannya mulai.
Paparan bertahun-tahun: asap rokok, asap dapur, debu dan uap di tempat kerja
Peradangan menetap, dinding saluran napas menebal, kantung udara rusak
Udara lebih sulit dikeluarkan, sebagian tertinggal di dalam paru
Gejala muncul: sesak, batuk berdahak, cepat lelah
Hal penting
Yang Anda rasakan adalah langkah keempat, jadi terasa ringan bukan berarti tiga langkah sebelumnya ringan.
Saat Anda menarik napas, dada mengembang dan saluran napas ikut tertarik terbuka, jadi udara masuk relatif lancar. Saat mengembuskan napas, dada mengempis. Saluran napas yang dindingnya sudah menebal dan kehilangan daya lentur ikut menyempit lebih awal, sehingga sebagian udara terlambat keluar dan tertinggal di dalam paru.
Napas berikutnya lalu datang ke paru yang belum benar-benar kosong. Kalau ini berulang, misalnya saat berjalan cepat atau menaiki tangga, udara yang tertinggal menumpuk dan paru mengembang lebih besar dari biasanya. Dada terasa penuh dan sesak, padahal Anda sedang menarik napas.
Hal penting
Sesak pada PPOK sering bukan karena kurang menarik napas, tapi karena belum tuntas mengembuskannya.
Cara memanfaatkan hal ini saat sesak dibahas di Modul 8.
Asma dan PPOK sama-sama membuat saluran napas menyempit, dan sama-sama membaik dengan obat hirup, jadi keduanya sering dianggap satu hal. Bedanya ada di dua tempat. Pada asma, saluran napas yang menyempit bisa kembali lega hampir sepenuhnya, dan gejalanya naik turun. Pada PPOK, sebagian penyempitan itu menetap, dan kantung udara yang sudah rusak tidak tumbuh kembali.
Jadi PPOK bukan sekadar asma yang memberat. Tapi asma yang bertahun-tahun tidak terkendali memang menaikkan risiko munculnya PPOK di kemudian hari. Kalau Anda punya riwayat asma lama, sampaikan itu ke dokter walaupun sekarang keluhannya sudah dikenali sebagai PPOK.
Anda mungkin pernah mendengar istilah bronkitis kronik dan emfisema. Keduanya nama lama untuk dua wajah penyakit yang sekarang disebut PPOK: yang satu menonjol pada batuk berdahak yang menahun, yang satu pada kantung udara yang rusak. Banyak orang punya keduanya sekaligus.
Hal penting
PPOK dan asma dua penyakit yang berbeda, walaupun riwayat asma lama ikut menaikkan risiko PPOK.
Ini bagian yang paling sering membuat orang berhenti berusaha. Karena kerusakannya menetap, kesimpulannya jadi "berarti tidak ada gunanya diobati".
Yang menetap adalah kerusakan yang sudah terjadi. Yang masih bisa diubah banyak: seberapa sesak Anda hari ini, seberapa jauh Anda bisa berjalan, seberapa sering Anda kambuh sampai harus dirawat, dan seberapa cepat fungsi paru Anda menurun dari tahun ke tahun.
Hal penting
Yang dikerjakan pengobatan PPOK bukan mengembalikan paru yang lama, tapi menjaga yang masih Anda punya.
“PPOK penyakit orang tua, jadi wajar saja sesak”
→ sesak bukan bagian normal dari menua, dan pada PPOK sesaknya bisa dikurangi.
“Sudah berhenti merokok bertahun-tahun, jadi tidak ada gunanya lagi berhenti”
→ berhenti tetap memperlambat penurunan fungsi paru pada usia berapa pun.
“Inhaler bikin ketergantungan, jadi ditahan dulu sampai benar-benar sesak”
→ obat hirup PPOK tidak membuat ketergantungan, dan menahannya hanya membuat Anda menghabiskan lebih banyak hari dalam keadaan sesak.
“Sudah tidak sesak berarti sudah sembuh”
→ merasa enak biasanya berarti obatnya bekerja dan paparannya berkurang, bukan PPOK-nya hilang.
“Sudah minum jamu atau obat herbal, jadi inhalernya bisa dikurangi”
→ yang menahan penyempitan dan peradangan di saluran napas adalah obat hirup Anda, dan belum ada ramuan yang terbukti menggantikan pekerjaan itu. Kalau Anda memakai obat tradisional, ceritakan saja ke dokter, karena sebagian bisa berinteraksi dengan obat Anda yang lain.