Modul 5 dari 10
Cara menarik napas yang benar ditentukan oleh jenis alatnya, bukan oleh obatnya. Cocokkan gambar berikut dengan alat yang ada di tangan Anda.
| Alat | Jenis dan cara menarik napas |
|---|---|
| Inhaler semprot (MDI)Sepatu merah, tombol bulat di atas | Tarik napas pelan dan dalam. Sebaiknya dipakai dengan spacer. |
| TurbuhalerTabung putih, dasar merah diputar | Bubuk (DPI). Tarik napas cepat dan kuat sejak awal. Jangan pakai spacer. |
| NexthalerMembulat, tutup merah muda | Bubuk (DPI). Tarik napas cepat dan kuat sejak awal. Jangan pakai spacer. |
| Accuhaler (Diskus)Cakram ungu pipih bertuas | Bubuk (DPI). Tarik napas cepat dan kuat sejak awal. Jangan pakai spacer. |
Hal penting
Setiap inhaler punya cara pakainya sendiri, dan cara yang tertukar membuat obatnya tidak sampai ke paru-paru.
Ini perbedaan yang paling sering tertukar, dan paling menentukan. Dua garis di bawah ini adalah dua cara menarik napas yang sama-sama satu tarikan, digambar di sumbu waktu yang sama.
Kecepatan tarikan napas (liter per menit)
Semprot (MDI)
Pelan dan dalam. Kecepatannya rendah tapi rata, ditahan sekitar 4 sampai 5 detik. Yang dikejar adalah panjangnya, bukan kuatnya.
Bubuk (DPI)
Cepat dan kuat sejak tarikan pertama. Tenaganya harus sudah penuh di awal, karena tarikan itulah yang memecah gumpalan bubuknya. Selesai dalam 2 sampai 3 detik.
Tanda tekan
Saat inhaler semprot ditekan, di awal tarikan napas. Alat bubuk tidak ditekan sama sekali.
Tahan napas
5 sampai 10 detik, sama panjang untuk kedua jenis alat. Panjang pita ini tidak digambar sesuai skala detik.
Perhatikan luas kedua lengkungnya: hampir sama. Jumlah udara yang masuk mirip. Yang berbeda cuma kecepatannya, dan itulah satu-satunya hal yang harus Anda ubah saat ganti jenis alat.
Hal penting
Satu hirupan berarti satu tarikan napas, pada kedua jenis alat. Yang berbeda kecepatannya.
Buka tutup corong. Lihat sekilas ke dalamnya, pastikan tidak ada benda yang menyumbat.
Kocok alat 4 sampai 5 kali.
Bila alat masih baru, sudah lebih dari seminggu tidak dipakai, atau pernah terjatuh, semprotkan dua kali ke udara menjauh dari wajah lebih dulu.
Pasang alat di lubang belakang spacer.
Embuskan napas sampai habis, menjauh dari alat.
Rapatkan bibir di corong spacer sampai tidak ada celah.
Tekan satu kali, lalu tarik napas pelan dan dalam, sekitar 4 sampai 5 detik.
Tahan napas 5 sampai 10 detik, lalu embuskan pelan menjauh dari alat.
Berkumur dengan air lalu buang. Satu hirupan selesai.
Ini berbeda antara memakai spacer dan tidak memakai spacer, dan sering jadi sumber kesalahan.
Dengan spacer
Tekan dulu, baru tarik napas. Obatnya menunggu Anda di dalam tabung spacer.
Tanpa spacer
Tekan saat napas sudah mulai ditarik, bukan sebelumnya. Tanpa spacer, obat yang disemprot ke mulut yang diam akan menempel di tenggorokan.
Hal penting
Pakai spacer membuat obat sampai ke paru-paru lebih banyak, bukan menempel di mulut dan tenggorokan. Kalau Anda belum punya, tanyakan ke dokter atau apoteker cara mendapatkannya.
Turbuhaler, Nexthaler, dan Accuhaler terlihat sangat berbeda, tapi sebenarnya cuma satu langkah yang beda: cara menyiapkan dosisnya. Sesudah itu, ketiganya sama persis.
Siapkan dosis. Hanya langkah ini yang beda tiap alat.
Turbuhaler
Pegang tegak. Putar dasar merahnya ke satu arah sampai mentok, lalu balik lagi sampai berbunyi klik.
Nexthaler
Pegang tegak. Buka tutupnya sampai terbuka penuh dan berbunyi klik.
Accuhaler
Pegang rata dan mendatar. Geser tuasnya sampai berbunyi klik.
Jangan dimiringkan. Bubuknya bisa tumpah keluar sebelum sempat dihirup.
Langkah 2 sampai 6: sama untuk ketiga alat
Embuskan napas sampai habis, menjauh dari alat. Jangan pernah mengembuskan napas ke dalam corongnya, uap napas membuat bubuknya menggumpal.
Rapatkan bibir di corong sampai tidak ada celah.
Tarik napas satu kali, cepat dan kuat sejak tarikan pertama. Bukan pelan-pelan lalu dikuatkan.
Tahan napas 5 sampai 10 detik, lalu embuskan pelan menjauh dari alat.
Berkumur dengan air lalu buang. Satu hirupan selesai.
Hal penting
Jangan pernah memakai spacer pada alat bubuk, dan jangan mengocoknya. Kedua kebiasaan itu datang dari alat semprot dan tidak berlaku di sini.
Menarik napas cepat pada alat semprot, atau pelan pada alat bubuk.
→ Semprot pelan dan panjang, bubuk cepat dan kuat. Lihat grafik di atas.
Menarik napas beberapa kali pendek-pendek supaya “lebih banyak masuk”.
→ Satu hirupan berarti satu tarikan napas. Kalau perlu hirupan kedua, tunggu sekitar setengah menit, kocok lagi bila alat semprot, lalu ulangi seluruh langkahnya dari awal.
Lupa mengembuskan napas dulu, atau mengembuskannya ke dalam corong alat.
→ Embuskan sampai habis, menjauh dari alat, baru rapatkan bibir.
Tidak mengocok alat semprot, atau mengocok alat bubuk.
→ Kocok hanya alat semprot. Alat bubuk tidak pernah dikocok.
Langsung mengembuskan napas begitu selesai menarik.
→ Tahan dulu 5 sampai 10 detik supaya obatnya sempat mengendap.
Hal penting
Obat yang terasa kurang manjur sering sebenarnya soal teknik. Tunjukkan cara pakai Anda ke dokter.
Bersihkan corong alat rutin, simpan di tempat kering, periksa tanggal kedaluwarsa dan jendela angka dosisnya. Mintalah resep baru sebelum angkanya habis, jangan menunggu inhaler kosong. Khusus Nexthaler, angka itu baru turun kalau hirupan Anda cukup kuat, jadi angka yang tidak turun berarti tarikannya perlu diulang lebih kuat. Keempat inhaler ini semuanya berisi kortikosteroid inhalasi, jadi berkumurlah dengan air lalu buang setiap selesai pakai, agar mulut tidak sariawan atau suara serak.
Hal penting
Tunjukkan teknik Anda ke dokter atau apoteker sesekali, meski sudah lama pakai.