Sahabat Napas Mengenal Asma
← Mengenal Asma

Modul 3 dari 10

Konsep Pengobatan Asma

Kenapa obat asma ada dua macam

Asma punya dua masalah yang berbeda. Ada peradangan yang menetap di dinding saluran napas, dan ada penyempitan yang datang saat kena pemicu. Peradangannya ada terus, juga saat Anda merasa sehat. Penyempitannya datang dan pergi.

Karena masalahnya dua, ada dua pekerjaan yang harus dilakukan obat. Satu meredakan peradangan yang menetap, satu melonggarkan saluran napas yang sedang menyempit. Sebagian pasien memakai dua inhaler untuk dua pekerjaan itu, sebagian memakai satu inhaler yang mengerjakan keduanya.

Karena pekerjaan yang pertama itu yang menentukan, setiap orang dengan asma perlu obat hirup yang mengandung kortikosteroid inhalasi, sejak asmanya didiagnosis. Kortikosteroid inhalasi dosis rendah inilah yang meredakan peradangannya. Dosisnya kecil dan bekerja di saluran napas, tidak seperti kortikosteroid yang diminum.

Peradangan kronis di saluran napas

Saluran napas jadi sensitif, mudah bereaksi

Otot saluran napas berkontraksi, dinding membengkak, produksi dahak bertambah, saluran napas menyempit

Gejala muncul: sesak, mengi, batuk, dada berat

Pengontrol. Bekerja di akar masalahnya, meredakan peradangannya. Dipakai tiap hari, juga saat tidak ada gejala.
Pelega. Melonggarkan otot saluran napas yang sedang mengencang. Dipakai saat gejala, dan kerjanya sebentar.
Pelega yang berisi kortikosteroid inhalasi. Satu inhaler yang mengerjakan dua-duanya. Kurungan ini menandai kedua tanda di sebelahnya: setiap kali dipakai, obat ini melonggarkan otot dan sekaligus meredakan peradangannya. Tanyakan ke dokter apakah inhaler Anda termasuk yang ini.

Dua obat ini bukan dua pilihan untuk masalah yang sama. Pengontrol mengobati asmanya. Pelega hanya menghilangkan gejalanya.

Pengontrol bekerja pada peradangan yang jadi sebab semuanya. Dipakai rutin, obat ini membuat gejalanya jauh lebih jarang muncul dan menurunkan kemungkinan Anda kena serangan asma yang berat sampai harus ke gawat darurat. Itu sebabnya pengontrol yang disebut mengobati asmanya.

Pelega membuat otot saluran napas yang sedang mengencang jadi relaksasi. Sesaknya hilang, dan itu memang berguna. Tapi yang jadi sebabnya tidak ikut berubah, jadi begitu efeknya habis, keadaan saluran napas Anda kembali seperti sebelumnya.

Satu hal yang perlu jelas: mengobati di sini bukan berarti menyembuhkan. Asmanya tidak hilang karena obat pengontrol, dan tidak hilang juga karena Anda merasa sehat. Selama obatnya dipakai, asmanya terkendali. Kalau obatnya dihentikan, peradangannya kembali. Karena itu pengontrol dipakai terus, bukan dipakai sampai sembuh.

Dosisnya juga tidak tetap selamanya. Kalau asma belum terkendali, dosisnya dinaikkan. Kalau sudah lama tenang, dosisnya bisa diturunkan. Yang dituju adalah asma tanpa keluhan yang mengganggu dan tanpa serangan, dengan obat sesedikit mungkin, dan yang menilai itu dokter Anda.

Hal penting

Pengontrol mengobati asmanya, pelega hanya menghilangkan gejalanya. Mengobati bukan berarti menyembuhkan, jadi pengontrol tetap dipakai walau Anda sudah merasa sehat.

← Modul 2: Mengenal Pemicu Modul 4: Obat Asma →