Sahabat Napas Mengenal Asma
← Mengenal Asma

Modul 1 dari 10

Asma dan Saluran Napas

Apa itu asma

Asma membuat saluran napas lebih sensitif dari biasanya. Saat kambuh, saluran napas menyempit, bengkak, dan berdahak. Karena itu, dada terasa berat, napas berbunyi “ngik”, atau sesak.

Normal Saat asma kambuh saluran napas lega menyempit dan bengkak
Otot di sekeliling saluran napas. Saat kambuh otot ini menebal dan mengencang.
Dinding saluran napas. Saat kambuh dinding ini membengkak.
Dahak yang bertambah dan ikut menyumbat.
Potongan melintang saluran napas kecil, dilihat dari ujungnya. Bagian putih di tengah adalah jalan yang dilewati udara.

Hal penting

Asma perlu dirawat terus, juga pada hari-hari tanpa gejala.

Mekanisme asma, dari peradangan sampai gejala

Saluran napas yang meradang terus-menerus jadi mudah bereaksi. Saat kena pemicu, otot di sekelilingnya mengencang, dindingnya membengkak, dan dahaknya bertambah. Inilah yang memunculkan gejala asma.

  1. Peradangan kronis di saluran napas

  2. Saluran napas jadi sensitif, mudah bereaksi

  3. Otot saluran napas berkontraksi, dinding membengkak, produksi dahak bertambah, saluran napas menyempit

  4. Gejala muncul: sesak, mengi, batuk, dada berat

Gejala yang biasa muncul

Batuk, terutama malam atau dini hari. Napas berbunyi. Dada terasa berat. Sesak saat beraktivitas atau saat kena pemicu.

Yang khas dari asma bukan gejalanya saja, tapi gejalanya yang naik turun. Hari ini bisa berat, besok hilang sama sekali. Siang bisa enak, dini hari terbangun batuk. Ada yang memburuk kalau kena debu, asap, udara dingin, atau saat flu, dan ada yang tiap tahun memburuk di musim yang sama.

Naik turun inilah yang paling sering menyesatkan. Saat gejalanya hilang, rasanya asmanya sudah pergi. Yang hilang cuma gejalanya. Peradangan di saluran napas jalan terus, saluran napasnya tetap sensitif, jadi pemicu berikutnya bisa memunculkan gejala lagi kapan saja.

Jadi hari yang enak bukan bukti asma Anda terkendali. Yang menunjukkan terkendali atau tidak adalah pola beberapa minggu terakhir: seberapa sering gejalanya muncul, seberapa sering Anda terbangun malam karena asma, seberapa sering Anda perlu pelega, dan apakah ada kegiatan yang Anda hindari karena asma.

Hal penting

Gejala asma memang datang dan pergi. Yang tidak pergi adalah asmanya.

Mitos vs fakta

“Turunan, jadi tidak bisa dikendalikan”

→ bisa tetap dikendalikan dengan obat yang tepat.

“Inhaler bikin ketergantungan”

→ obat pengontrol meredakan peradangan (bengkak) di saluran napas, bukan obat yang bikin ketergantungan.

“Tidak bergejala = sudah sembuh, obat bisa berhenti sendiri”

→ tidak bergejala biasanya artinya obatnya bekerja, bukan asmanya hilang.

Modul 2: Mengenal Pemicu →